PART 1 : Dari AEON of Strife ke map versi 6.27
Untuk memahami sejarah perkembangan DotA, kita harus mulai dari game Starcraft. Pada masa awal game Starcraft, terdapat sebuah UMS (Use Map Setting - atau lebih dikenal sebagai custom game map) map yang bernama Aeon of Strive (AoS) yang dibuat oleh seorang Modder (istilah untuk seseorang yg memodifikasi suatu hardware/software) yang bernama Aeon64. Game AoS memiliki fitur berupa game kerjasama antar player yang menggunakan 4 hero untuk menghadapi wave creep otomatis yang tidak ada habisnya di 4 lane. Dari sisi player juga mempunyai wave creep otomatis namun lebih lemah kekuatannya dibanding wave creep musuh.
Mekanisme game yang sangat familiar bagi kita dimana player yang berhasil me-lasthit unit musuh akan mendapatkan uang ditemukan pada map AoS. Game AoS akan berakhir apabila bangunan utama pada sisi musuh dihancurkan atau 4 hero yang dimainkan mati semua didalam game. Versi kedua dari map AoS dibuat dengan fitur player bisa saling berhadapan dengan mekanisme 2 vs 2 dengan wave creep otomatis pada kedua pihak.
Ketika Warcraft 3: Reign of Chaos (ROC) dirilis pada tanggal 3 Juli 2002, map AoS juga dipindahkan ke ROC dimana pada ROC terdapat fitur map editor yang lebih bagus daripada di Starcraft sehingga map yang lebih menarik dapat dibuat. Player dapat mendapatkan sejumlah Experience (Exp) selain juga uang, meningkatkan level, mempunyai skill yang kuat dan bisa membeli perlengkapan (equipment). Banyak mekanisme game pada DotA modern yang dapat ditemukan pada map-map di masa tersebut.
Map pertama yang bergaya menyerupai AoS dengan ditambahkan kemampuan untuk mendesain custom spells berdasarkan dari engine ROC world editor adalah map Valley of Dissent, dibuat oleh seorang Modder bernama Karukef. Modder lain bernama Eul meminjam beberapa ide dari modder pendahulunya untuk membuat sebuah map bergaya AoS yang disebut Defense of The Ancients yang nantinya akan menjadi custom game map yang paling terkenal di Battle.net
Ketika Warcrfat 3: The Frozen Throne (TFT) keluar pada 1 Juli 2003. Eul membuat map dengan nama DotA 2: Thirst for Gamma namun map tersebut gagal menggantikan map original DotA yang juga dimasukkan kedalam TFT. Eul kemudian menghilang namun tidak sebelum membuat codenya menjadi sebuah open-source.
Pada waktu tersebut, banyak orang yang memodifikasi map DotA yang terdapat dalam TFT. Map modifikasi tersebut mulai menjadi terkenal di Battle.net. Selama waktu itu, DotA belum disebut DotA Allstars tapi DotA-Ex Series. Ex-series ini maksudnya adalah map DotA yang dikembangkan dari warcraft versi ROC. Map serupa DotA yang juga dikenal adalah "DotA DX Series", "DotA Unforgiven" dan "DotA Outland."
Map-map DotA versi lama tersebut mengantarkan DotA menjadi map paling populer di battle.net dan membuat awal mula yang bagus bagi map DotA Allstars untuk menjamin kesuksesannya dari awal mula dirilis.
DotA Allstars
Jadi DotA memasuki era baru dalam sejarahnya. Versi baru dari DotA yang official disebut "DotA Allstars". Sepasang Modder bernama Meian dan Ragn0r mengumpulkan hero-hero dari berbagai macam versi DotA diatas menjadi 1 kesatuan yang disebut DotA Allstars. Ini merupakan sebuah alasan mengapa kata "Allstars" ditambahkan kedalam DotA. Setelah mereka merilis map DotA versi official yang mempertemukan Human melawan Orc, Modder berbakat ini memutuskan untuk berhenti membuat map versi baru.
Versi pertama dari seri Allstars adalah "Dota Allstars Beta v0.95" yang dikeluarkan pada 3 Februari 2004. Ini merupakan sebuah tonggak bersejarah dalam sejarah DotA. Pada pengembangan di versi-versi selanjutnya, versi Allstars diakui sebagai versi DotA yang terbaik.
Map DotA seri Allstars perlahan dikembangkan supaya seimbang. Ketika map versi 4.xx telah dicapai, DotA sudah mempunyai pengaruh besar dalam server battle.net.
Masa Guinsoo
Pada waktu tersebut, seorang Modder legendaris bernama Guinsoo muncul dan memulai pengembangan DotA versi 3.xx dan 4.xx. DotA Allstars v.3.0d dirilis pada maret 2004. Sebulan kemudian, versi v4.0a dirilis, versi pertama dengan fitur Roshan yang dinamakan seperti bola bowling milik Guinsoo.
Sebuah peristiwa yang sangat besar dalam sejarah DotA adalah keluarnya map seri 5.xx. Hal tersebut menandakan DotA sudah mulai matang. Selama masa 5.xx, terdapat dua perubahan yang berakibat signifikan dalam sejarah DotA: Map DotA versi kompetitif yang stabil dan pengadaan kompetisi yang terorganisir.
Map versi pertama yang berstatus "stable" untuk pertandingan kompetitif: v.5.84
Map seri 5.xx mewarisi elemen penting dari seri 4.xx dan juga memperkenalkan banyak hero dan item baru. Hal tersebut membuat banyak inovasi baru dalam cara bermain dan menambahkan substansi penting seperti strategi kedalam game. Map DotA versi AI yang pertama juga keluar pada masa 5.xx.
Sejak semakin banyak player yang bermain, pekerjaan untuk membuat versi baru juga semakin meningkat. Pada Oktober 2004, Guinsoo merekrut anggota dari Clan TDA yaitu Neichus dan IceFrog
Hero baru pertama yang keluar pada seri 5.xx adalah Tidehunter pada versi 5.74. Pada versi 5.75 yang keluar setelahnya, Ursa Warrior dan Atropos juga diperkenalkan masing-masing satu untuk sentinel dan scourge. Pada versi 5.76 memperkenalkan Keeper of The Light, Tinker, Ogre Magi, Pudge 2.0 dan Sand King sambil mengurangi kemampuan hero-hero lama.
Versi final dari seri 5.xx adalah "DotA Allstars 5.84c v2". Map tersebut merupakan sebuah map yang luarbiasa yang bersejarah, karena popularitas DotA sudah melebihi batas. Turnamen yang bersifat resmi, terstruktur dan berpengaruh dimulai pada versi tersebut. Hal ini membuat map tersebut menjadi map berstatus "competitive stable" yang pertama dari DotA Allstars.
Pada waktu yang sama, map 5.84 masih merupakan map terkenal meskipun versi 6.xx sudah dikeluarkan. Rumor yang beredar selama masa 6.2x pada SEA (South-East Asia - Asia Tenggara) masih menyelenggarakan kompetisi dengan map 5.84.
Kondisi sebenarnya adalah, map 5.84c bukan dirilis oleh Guinsoo. Akibat dari sebuah bug pada map versi 5.84b, seorang modder dari Rusia bernama True.Rus mengembangkan map 5.84c yang unofficial. Modder tersebut menulis ulang code map, mengurangi waktu load dari 3 menit menjadi dibawah 20 detik dan memperbaiki beberapa bug.
Munculnya pertandingan kompetitif yang terorganisir: TDA dan IGS
Pada masa tersebut, beberapa orang membentuk forum diskusi tentang DotA pertama yang bernama 9nid. 9nid merupakan forum DotA semi official pertama dimana player dapat berdiskusi segala macam tentang DotA. Bahkan sampai sekarang, beberapa dari member pertama di forum 9nid namanya diabadikan dalam daftar.
Dengan penyebaran WC3, DotA juga menjadi semakin popler. Anggota dari forum 9nid juga semakin meningkat sampai mencapai satu titik dimana server mereka tidak dapat mengakomodasi trafik pengguna yang masuk. Pada saat itu, forum dipindahkan ke RTSGamer. Jadi saat itulah perkumpulan DotA terbentuk.
Perkumpulan pertama adalah Clan TDA (Team DotA Allstars) yang dibentuk pada April 2004. Popularitas mereka menyebar dengan cepat berkat bantuan dari website DotA-Allstars.com yang didirikan pada 14 Oktober 2004 oleh salah satu anggota TDA yang bernama Pendragon. Website tersebut dulunya merupakan website official untuk map DotA-Allstars sekaligus sebagai wadah perkumpulan bagi komunitas DotA untuk saling berinteraksi dan berdiskusi.
Dengan pertumbuhan popularitas DotA yang menanjak, website tersebut tumbuh sampai mencapai lebih dari 1 juta pengunjung setiap bulan, 1 juta halaman diakses setiap hari dan mempunyai staff sukarela lebih dari 100 orang. Namun, website tersebut ditutup pada Juli 2010. Karena 1 dan lain hal, website official dari DotA Allstars dipindahkan ke playdota.com dan kata "Allstars" dilepas dari nama map.
IGS (International Gaming Syndicate) mulai menyelenggarakan kompetisi DotA pada tahun 2004. Pada musim pertama, sebanyak 20 tim berpartipasi. Pada musim kedua, sebanyak 45 tim berpartisipasi, semakin lama semakin banyak player yang ikut berkompetisi.
Guinsoo, legendary DotA developer (kiri)
Sekarang kita punya beberapa item yang khusus untuk mengapresiasi para mapmaker lama yaitu:
1. Eul's Scepter of Divinity
2. Guinsoo's Scythe of VysePengumpulan bagian-bagian, Masa 6.1x
Pada 28 Februari 2005, tidak lama setelah keluarnya map DotA Allstars 6.00, setelah Guinsoo menyatakan pensiunnya dia dari dunia map-making, Neichus dan IceFrog secara resmi mengambil alih pengembangan map dari 6.01 untuk melanjutkan proses kemajuan DotA. Rumornya adalah Guinsoo masuk ke dalam World of Warcraft (WOW). Neichus sudah bekerja didalam project map DotA sejak Oktober 2004.
Neichus mengambil alih posisi Kepala proyek pengembangan map dan dibawah kepemimpinannya, Earthshaker, Tiny, Chen 2.0, Stealth Assassin 2.0, Phantom Lancer, Enchantress, Enigma, Axe, Shadow Fiend, Visage 2.0, Nerubian Weaver, Bloodseeker dan Dazzle masuk kedalam jajaran hero. Setelah beberapa versi, Neichus merasa kecewa dengan proyeknya dan meninggalkan IceFrog sebagai Kepala Pengembangan DotA Allstars
Mungkin penyebabnya adalah map versi 5.84 yang sangat-sangat-bagus sehingga banyak penggemar DotA yang menolak variasi atau perubahan besar yang terdapat dalam map versi 6.xx. Hal tersebut mengakibatkan map versi 6.xx awal tidak mempunyai pengaruh yang kuat, namun kendala tersebut tidak dapat menghadang momentum IceFrog untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam pengembangan selanjutnya.
Sebuah pepatah umum mengatakan bahwa "Sapu yang baru akan menyapu bersih". Pada versi 6.10, IceFrog membuat modifikasi dan besar-besaran, secara keseluruhan merubah Faceless Void. IceFrog menambah satu hero baru scourge, Invoker (dulu bentuknya seperti invoker sekarang, namun punya 31 skill bukan 10. Hero tersebut sangatlah kuat, jadi IceFrod menyimpan terlebih dahulu baru dikeluarkan lagi nantinya). Pada masa 6.1x, IceFrog membuat banyak modifikasi terhadap map DotA versi lama. Ketika dia memperbaiki banyak bug, dia juga menyeimbangkan hero-hero yang terlalu kuat.
Sekarang kita punya beberapa item yang khusus untuk mengapresiasi para mapmaker lama yaitu:
1. Eul's Scepter of Divinity
2. Guinsoo's Scythe of VysePengumpulan bagian-bagian, Masa 6.1x
Pada 28 Februari 2005, tidak lama setelah keluarnya map DotA Allstars 6.00, setelah Guinsoo menyatakan pensiunnya dia dari dunia map-making, Neichus dan IceFrog secara resmi mengambil alih pengembangan map dari 6.01 untuk melanjutkan proses kemajuan DotA. Rumornya adalah Guinsoo masuk ke dalam World of Warcraft (WOW). Neichus sudah bekerja didalam project map DotA sejak Oktober 2004.
Neichus mengambil alih posisi Kepala proyek pengembangan map dan dibawah kepemimpinannya, Earthshaker, Tiny, Chen 2.0, Stealth Assassin 2.0, Phantom Lancer, Enchantress, Enigma, Axe, Shadow Fiend, Visage 2.0, Nerubian Weaver, Bloodseeker dan Dazzle masuk kedalam jajaran hero. Setelah beberapa versi, Neichus merasa kecewa dengan proyeknya dan meninggalkan IceFrog sebagai Kepala Pengembangan DotA Allstars
Mungkin penyebabnya adalah map versi 5.84 yang sangat-sangat-bagus sehingga banyak penggemar DotA yang menolak variasi atau perubahan besar yang terdapat dalam map versi 6.xx. Hal tersebut mengakibatkan map versi 6.xx awal tidak mempunyai pengaruh yang kuat, namun kendala tersebut tidak dapat menghadang momentum IceFrog untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam pengembangan selanjutnya.
Sebuah pepatah umum mengatakan bahwa "Sapu yang baru akan menyapu bersih". Pada versi 6.10, IceFrog membuat modifikasi dan besar-besaran, secara keseluruhan merubah Faceless Void. IceFrog menambah satu hero baru scourge, Invoker (dulu bentuknya seperti invoker sekarang, namun punya 31 skill bukan 10. Hero tersebut sangatlah kuat, jadi IceFrod menyimpan terlebih dahulu baru dikeluarkan lagi nantinya). Pada masa 6.1x, IceFrog membuat banyak modifikasi terhadap map DotA versi lama. Ketika dia memperbaiki banyak bug, dia juga menyeimbangkan hero-hero yang terlalu kuat.
Cahaya Pertama diwaktu Fajar, Masa 6.2x
Pada 1 November 2005, IceFrog mengeluarkan DotA Allstars 6.20, dimana pada map tersebut tema salju dihilangkan diganti dengan tema padang rumput pada map 5.84 namun dengan warna yang sedikit berbeda. Hasilnya ada pada DotA sekarang.
Pada versi 6.20, IceFrog melanjutkan proses menyeimbangkan banyak hero. Pada versi ini juga, Prince Arthas yang sangat populer dari campaign masuk kedalam dunia DotA. Pada 6.21, hero baru satu lagi ditambahkan. Kemudian sampai 6.27, memperbaiki bug dan menyeimbangkan game menjadi prioritas utama. Map versi 6.27 dirilis pada akhir november.
Sejak IceFrog memerlukan waktu lama untuk merilis versi baru, map 6.27 bertahan pada waktu yang cukup lama (sampai Februari 2006). Setelah mengutak-atik beberapa versi map, DotA mencapai versi puncaknya di 6.27 untuk perihal keseimbangan game.
Pada masa tersebut, DotA Allstars menjadi sebuah event yang diselenggarakan di World Cyber Games Singapore 2005. Versi 6.27b dideklarasikan sebagai versi resmi yang akan digunakan di liga maupun turnamen kejuaraan. Versi 6.27 menjadi map stable kedua setelah 5.84.
Pada versi 6.28, IceFrog menambahkan dua hero baru yaitu Witch Doctor dan Spectre (pada masa itu, Spectre masih termasuk golongan sampah). Command -cs ditambahkan sebagai penunjuk creep kill dan denies serta tampilan loading screen yang baru. Sejak 6.29 mempunyai beberapa bug parah, 6.28 merupakan map yang paling stabil diantara seri 6.2x.
Dibandingkan dengan 6.27, versi 6.28 tidak mempunyai perubahan yang signifikan. Penambahan dua hero tersebut adalah satu-satunya perubahan. Rumornya hal tersebut dilakukan untuk memuaskan keinginan player pada map 6.30 sehingga IceFrog secara tergesa-gesa melanjutkan versi tersebut. Hal tersebut mengakibatkan map 6.27 mengambil pusat perhatian daripada seri 6.2x lainnya.
Sejak mengambil alih pengembangan map DotA pada versi 6.10, IceFrog melakukan banyak perubahan dan juga perbaikan bug untuk mendapatkan sebuah map yang dulunya hanya sebagai hiburan menjadi sebuah map untuk pertarungan kompetitif. Hal tersebut menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan DotA menjadi sebuah e-sport. Sambil meningkatkan keseimbangan hero, hero-hero baru, model dan item baru diperkenalkan sehingga memperkuat faktor kesenangan bermain game DotA. Hal tersebut membantu DotA untuk menjadi populer dalam waktu yang singkat.
Mungkin itu sejarah singkat dari dota yg bisa gw share buat kalian smua
So ?? Intinya jadi lah pemain dota indonesia yg sehat jasmani dan rohani
.. Be smart everybody .. 
sumber: forum.maindota2.com


Mana nih yang suka nge-game kalian udah pada denger belum,ada game yang seru banget nih buat ngisi waktu luang kamu di saat libur sekolah atau kerja.
ReplyDeleteGame nya buat kita greget karena begitu seru dan asyiik buat dimainin apalagi kini aplikasi MOJOPAHIT LEGENDS sudah ada di Google Play Store,tinggal download dan install sekarang.
Jangan lupa download dan install aplikasi game terbaik namanya MOJOPAHIT LEGENDS...
Enjoy guys buat mainin game terbaik di Handphone kamu...