DALAM sebuah kisah nyata yang baru-baru ini terjadi terdapat suatu
kisah seorang laki-laki yang akan melakukan bunuh diri. Tapi, niat
laki-laki tersebut tidak jadi terlaksana hanya gara-gara adanya sebuah
pesan singkat (SMS). Kisah tersebut dilaporkan oleh salah satu media
sosial pada hari Kamis, 23 Juni 2014 lalu.
Laki-laki itu gundah. Ia seperti kehilangan akal. Masalahnya terasa
semakin berat, sementara semua jalan tampak buntu. Dalam kegalauannya
yang memuncak, ia menyiapkan beberapa perlengkapan. Perlengkapan untuk
lari dari semua masalahnya, dengan melakukan bunuh diri.
Tiba-tiba, sebuah SMS datang tepat pada detik-detik terakhir ia ingin bunuh diri.
“Apa kabar mas? Lama tak jumpa. Kangen,” demikian SMS itu.
Aneh, membaca SMS tersebut, keinginannya untuk bunuh diri tiba-tiba
berkurang. Bahkan akhirnya ia sadar bahwa apa yang akan dilakukannya itu
adalah sebuah kesalahan fatal.
Setelah membaca SMS itu, ia pun segera menelepon sang pengirim SMS.
“Mas, hampir saja saya bunuh diri,” katanya sambil menangis. “Semua
perlengkapan bunuh diri sudah saya siapkan. Gara-gara SMS dari mas
Jamil, saya urungkan niat itu. Ternyata masih ada yang perhatian dan
kangen sama saya.”
“Lelaki itu kini sudah berkeluarga,” kata Jamil Azzaini, sang
pengirim SMS itu, yang tak lain adalah inspirator Sukses Mulia,
“Bisnisnya juga terus tumbuh. Ia juga punya kebiasaan baru, berbagi ilmu
kepada siapapun yang membutuhkan. Ia juga merasa happy menjalaninya. Banyak orang yang sudah terinspirasi melalui lelaki ini. Ternyata, satu kebaikan berbuah banyak kebaikan.”
“Jangan sepelekan kebaikan, walau mungkin tampak kecil,” pesan jamil Azzaini.
Jauh sebelumnya, 14 abad yang lalu, Rasulullah telah berpesan,
“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada
saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya,” (HR. Abu Daud dan
Tirmidzi; shahih).
Senyum kepada orang lain, mungkin dianggap sebagai amalan sepele.
Hanya membutuhkan gerakan 16 otot. Tetapi mungkin kita tidak sadar,
senyuman itu menular. Menularkan kebahagiaan, menularkan keceriaan,
menyejukkan hati, dan mengakrabkan. Jika jiwa sudah bahagia, jika hati
sudah damai, kreativitas lebih mudah terlahirkan. Solusi-solusi atas
masalah yang dihadapi pun berdatangan. Bahkan, sebelum datang solusi,
terlebih dulu datang paradigma baru dalam memandang persoalan. Menjadi
sabar, menjadi lebih arif, menjadi lebih bijaksana.
Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda, “Bersedekahlah walau hanya
dengan sebutir kurma.” Mungkin sebutir kurma kita anggap sepele, tetapi
sesungguhnya pemberian itu adalah pancaran kebaikan. Aura kasih sayang.
Inilah yang menimbulkan kecintaan dan kebahagiaan. Seperti pesan beliau,
“Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian saling mencintai.”
Rasulullah juga mengingatkan umatnya untuk mengucap salam kepada
sesama muslim, baik yang ia kenal maupun tidak ia kenal. Sebab salam
adalah doa, salam juga ekspresi empati dan cinta. Salam dan sapa
mengakrabkan. Amalan yang ringan, tetapi bisa jadi karena salam dan sapa
kita, seseorang merasa mendapatkan perhatian. Merasa dirinya berharga.
Merasa dirinya bernilai dan dibutuhkan. Bahkan bisa jadi, seseorang yang
tadinya merasa putus asa kembali mendapatkan secercah harapan. Bahkan
seperti temannya Jamil Azzaini tersebut, ia yang tadinya berniat bunuh
diri akhirnya mengurungkan niatnya, dan berubah menjadi pribadi yang
menemukan kembali semangat hidup dan kemudian bermanfaat bagi sesama.
Bukankah pahalanya luar biasa? [rika/islampos/kisahikmah]
background
Saturday, August 16, 2014
Thursday, August 14, 2014
Sudut Kecil Realita Orang Pendiam
Setiap hari manusia disibukan dengan
berbagai aktivitas yang menyibukan. Para pekerja dan pelajar bergegas
menyambut hari bersama mentari yang bersinar. Waktu yang panjang tak
ubahnya seperti sekecil jarum jam yang bergerak teramat cepat.
Orang-orang sibuk dengan pekerjaan dan urusannya masing-masing. Suatu
saat ku lihat sekelompok orang tertawa bercanda dengan riangnya.
Terlihat seorang anak disudut ruangan duduk manis sambil memandang
orang-orang tersebut. Lama ku perhatikan, ternyata dia hanya duduk
menyendiri dan tak ada yang menemaninya sebagai teman berbincang. Dari
kejauhan ia terlihat tenang dan menikmati kesendiriannya sehingga aku
pun mengira ia terlihat seperti tak ada beban dan hanya tersenyum
tenang. Akan tetapi, tahukan kita bahwa orang-orang yang sering duduk
sendiri atau terpisah dari orang banyak mereka lebih membutuhkan teman?
Mereka bersikap tenang karena berusaha menyembunyikan ketidak mampuannya
dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Nah, Sobat Sekalian! Apa
sebenarnya hal-hal yang tersembunyi dibalik orang yang pendiam yang kebanyakan orang tidak ketahui?
Sekilas Tentang Orang Pendiam
Orang pendiam mempunyai
banyak perbedaan dari kebanyakan orang terutama dalam hal
kepribadiannya. Hal yang paling menonjol adalah mereka labih suka
menyendiri dan tidak suka dengan keramaian. Pada umumnya meraka mempunya
emosi yang agak labil. Itu sebabnya kenapa saat marah terkadang mereka
lebih menyeramkan (kayak yang buas aja ya?/he2) dari pada yang lain
walaupun sangat jarang ditemukan. Biasanya orang yang pendiam cenderung
agak lama dalam hal mengambil keputusan untuk menentukan tindakan
meskipun tidak menutup kemungkinan juga mereka lebih menonjol dalam
suatu hal. Terkadang kita lihat ada teman kita yang harus berdiam
terlebih dahulu sebelum berbicara atau bertindak.
Kenapa orang pendiam lebih suka
menyendiri daripada bergaul dengan orang-orang? Ada beberapa alasan yang
menyebabkannya. Pertama, terkadang mereka lebih nyaman ketika
menyendiri karena biasanya orang pendiam tidak suka dengan keributan
atau kebisingan. Tapi jangan salah, sekalipun menyukai kesendirian,
mereka akan merasa diasingkan ketika sendiri dalam sebuah kelompok (jadi
perhatikan temanmu ya). Yang kedua, pemikiran atau prinsip dapat
melakukans suatu hal dengan kemampuan sendiri dan merasa tidak butuh
orang lain akan mendorong seseorang untuk menyendiri. Percaya pada diri
sendiri memang diperlukan, tapi ternyata tidak bagus juga jika terlalu
berlebihan. Kemudian, seseorang tidak terlau aktif karena berusaha
menutupi kekurangnya, baik itu karena tidak pandai berbicara atau sulit
bergaul dengan orang lain. Akan tetapi terkadang ketika orang berdiam
diri mungkin saja ia lebih memilih menjaga lisannya ketimbang
mengucapkan hal yang tidak perlu. Meskipun hal-hal diatas terkesan
sebagai kekurangan akan tetapi orang pendiam bukan berarti tidak
mempunyai kelebihan.
Jika kita mau melihat lebih jauh,
terdapat banyak kelebihan yang dimiliki orang-orang yang cenderung
berdiam. Karena penggunaan otaknya lebih dipakai untuk merenung dan
berpikir, biasanya mereka akan lebih bisa mengontrol kamampuannya dalam
memilah mana yang benar dan mana yang salah. Selain itu, kamampuan
berimajinasi akan menjadikan seseorang berjiwa seni tinggi karena
biasanya mereka menuangkan pendapat/idenya melalui karya yang
dihasilkannya, baik itu berupa lukisan (Tapi jangan melukis mahluk
bernyawa ya), karya ilmiah atau yang lainnya. Orang pendiam biasanya
lebih unggul dalam hal eksak yang membutuhkan pemikiran ketimbang
berhubungan langsung dengan praktek dalam hal sosialisai.
Meskipun seseorang yang pendiam lebih
suka menyendiri, tapi tahukah kita yang sebenarnya mereka butuhkan? Kita
mungkin pernah melihat teman kita yang duduk sendirian jauh dari yang
lain. Ia terlihat sangat tenang dan nampak menikmati kesendiriannya
sehingga kitapun menjadi enggan untuk mendekatinya. Akan tetapi,
pemikiran ini sepertinya harus agak di rubah. Pada kenyataannya orang
tersebut akan lebih senang jika kita hampiri dan temani. Apakah kita
tahu kenapa? Mereka akan merasa diakui karena yang benar-benar mereka
butuhkan adalah ….. “Teman”.
Semoga artikel ini bermanfaat baik bagi
teman-teman yang kata nya “Pendiam” maupun teman-teman pada umumnya.
Bagi yang merasa pendiam, semoga bisa semakin berbaur dengan yang lain
dan dapat menciptakan karya-karya yang bermanfaat untuk orang lain. Dan
untuk teman-teman yang lain, mudah-mudahan dapat semakin memperhatikan
temannya.
Thursday, August 7, 2014
Sebelum Perang dengan Yahudi, Taklukkan dulu waktu Fajar..
Bagaimana seseorang akan menang melawan yahudi,sementara dirinya terkalahkan oleh fajar dengan kantuknya.Rabu, 30 Juli 2014 06:39 WIB
Pengakuan Tentara Israel, Bangsa Yahudi Hancur Bila Hal Ini Terjadi
SEORANG ulama Pakistan Syeikh Maulana Tariq Jamil menyampaikan pengalaman dakwahnya ketika berdakwah di Negeri Yordania.
Ketika di Yordania, ia pergi ke daerah perbatasan Yordan-Israel. Sampai di daerah perbatasan, ketika rombongan Syeikh Maulana Tariq Jamil selesai menunaikan salat Subuh di salah satu masjid dekat perbatasan, tiba-tiba seorang tentara Israel dari luar melihat ke arah dalam Masjid.
Setelah melihat sebentar lalu tentara Israel itu langsung pergi.
Syeikh Maulana Tariq Jamil menghampiri tentara Israel itu dan bertanya, apa yang dia tadi lakukan.
“Saya hanya ingin melihat berapa jumlah orang Islam yang hadir salat Subuh di masjid,” kata tentara Israel itu.
Syeikh Maulana Tariq Jamil sambil keheranan bertanya, “kenapa?”
Si tentara Israel menjawab, “di dalam kitab kami (Kitab Taurat) ada tertulis, ‘Jika di seluruh dunia jumlah orang Islam yang hadir untuk salat Subuh berjamaah di masjid sama banyak dengan jumlah jamaah salat Jumat, maka saat itu Israel akan hancur. Tetapi ketika tadi saya lihat di masjid jumlah orang Islam yang datang untuk salat Subuh berjamaah masih sedikit, maka hati saya tenang, karena umat Islam pasti tidak akan bisa mengalahkan kami.”
Mendengar pembicaraan ini Syeikh Maulana Tariq Jamil sangat keheranan.
Seperti sudah diketahui bahwa salat Subuh adalah salat yang paling sulit ditunaikan. Karena subuh adalah saat masih gelap, dingin dan saat orang-orang sedang tidur. Jika salat Subuh dapat ditunaikan, maka salat lainnya pastilah akan mudah ditunaikan.
Orang Yahudi selalu berusaha dengan berbagai cara supaya umat Islam bisa meninggalkan salat lima waktunya. Karena orang Yahudi paham jika orang Islam meninggalkan kewajibannya ini, maka Allah SWT pasti tidak akan menolong umat Islam. Sehingga semua usaha umat Islam untuk membela Palestin selalu mengalami kegagalan.
Allahu alam bi shawwab.
Subscribe to:
Posts (Atom)
