Allah menciptakan manusia dengan lisan dan akal juga nurani, dan Allah memberi ampunan yang luas terhadap segala sesuatu yang dihati yang tidak diwujudkan dalam lisan dan tindakan.
Itu maknanya apa? Maknanya adalah memang ada hal hal yang secara moral memang harus tetap dalam hati dan ada yang boleh diungkap.
Hikmah yang sangat dalam bagi manusia bhw sesungguhnya hati memiliki kecepatan berbuat dosa yang berlipat speednya ktimbang lisan, dan merupakan rahmat Allah jualah bahwa yang dicatat hanyalah yang benar benar diwujudkan menjadi tindakan.
Karenanya kita dikaruniahi otak / akal sebagai penengah antara hati dan lisan.
Tapi ..
Sejauh mana orang mau sejenak memberi waktu pd akal kita untuk berpikir sebelum melaksanakan perintah hati ?
Sebab akal manusia juga butuh pegangan dalam memutuskan kehendak hati, maka Allah turunkan kitabNYA yang mulia sebagai buku pedoman.
Memang akan ada rasa tidak puas ato nylekit manakala kita hrs menahan sesuatu yang ingin meledak dlm dada dgn alasan moral syar'iyah. Tp bukankah tak seorangpun mau mendapat label sbg orang culas tak beradab?
Maka itulah harga yg mmg hrs dibayar untuk predikat manusia penuh adab, yaitu sabar dan pakai otak dg tuntunan syar'ie.
Dan jika smua orang mau jadi bgitu, maka mulailah tanamkan hukum Allah dlm otak, agar hati yg culas tiada menguasai lisan dan tubuh.
Menjengkelkan? Menyebalkan? Memang!!!
Karena surga tdk melulu perkara tindakan yang dijaga, tp juga soal hati yang dibatasi. Sebab hy setan yang berkehendak bebas, sebebas bebasnya.
Sekali dua kali manusia mmg berbuat salah, TETAPI PENGADILANPUN BUTUH TATA CARA DAN ADAB, krn kita manusia.

No comments:
Post a Comment