background

Thursday, July 30, 2015

Filosofi Hedgehog

Hari itu, adalah musim salju yang paling ekstrim di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat rasa dingin yang teramat sangat.

Di suatu daerah, tinggal sekelompok Hedgehog (sejenis landak). Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua, agar tetap hangat. Mereka mendekatkan diri satu sama lain. Namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.

Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu sama lainnya. Akibatnya, mereka mulai merasakan dingin yang membeku, dan akhirnya terancam mati. Jadi mereka harus memutuskan: menerima duri-duri temannya, atau mati!


Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat merasakan kehangatan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan bisa bertahan hidup.

Pesan cerita ini:
Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu “mengapresiasi” semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.

Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih “hidup” (bermakna) & “mampu bertahan” dalam situasi atau lingkungan yang ekstrim sekalipun.


Sumber :  http://iphincow.com/2014/02/09/filosofi-hedgehog/

Wednesday, July 29, 2015

Kisah Bunga Mawar dan Pohon Bambu


Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.

Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.

“Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari. “Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih.
Mawar yang mendengar hal itu tersenyum, “Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya. “Tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu,”
Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”
“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun,” ujar sang mawar. “Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah sang mawar dengan nada sedih.

Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar. “Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,”
Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu,”
Bambu kembali bingung, “Aku tidak mengerti,”
“Ah bambu..” ujar mawar sambil menggeleng, “Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku,”
Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk makhluk lain.
Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain. [Vemale]

Tuesday, July 28, 2015

Kalah

Sedikit renungan, semoga bermanfaat :) bacanya pelan-pelan ya biar gak  keselek :p



Apakah daun yang gugur dari pohon merasa dikalahkan oleh angin?

Apakah orang yang bertahun-tahun mempersiapkan diri mendaki gunung tertinggi merasa terkalahkan saat mendapati puncak gunung itu ternyata diselimuti awan gelap?

Apakah seorang pemuda yang ditolak lamarannya akan mengatakan cinta itu tak ada?

Apakah musim kemarau harus mempertahankan kekuasaaannya agar tak digantikan oleh musim hujan?

Apakah rumput harus menolak dimakan oleh rusa yang kemudian menjadi mangsa singa?

Itulah siklus alam. Tidak ada kekalahan atau kemenangan.
Yang ada hanyalah PERGERAKAN.
Jangan putus asa saat masa sulit.
Jangan terlena di saat kemenangan.

[Paulo Coelho]

“Hari ini anda gagal, belum tentu besok akan gagal lagi, tiap buku memiliki halaman yang berbeda teman”


sumber : http://iphincow.com/2015/02/02/kalah/#more-1147

Monday, July 20, 2015

Dia Bukan Dia


wajahnya, cerminkan dia
senyumnya, semanis dia
gayanya, seperti dia
matanya, sebening mata dia

tapi,
 
ketika dia menyapa, mengucap salam
duh, suaranya tak seperti dia
ketika dia menyebut sebaris nama
duh, namanya bukan nama dia

yakinku, kini

Dia Bukan Dia
(pupus sudah harapan)

Thursday, July 16, 2015

Sujudku


Aku bersujud, tak lepas kening dari sajadah. terbentang dari saat kelahiran sampai ke liang kuburan hamba. entah berapa banyak air mata yang mengalir membasuhnya, entah berapa banyak doa yang terucap di atasnya. entah berapa harap yang tercurah memohon pertemuan denganMU.

Aku bersujud, tuk melarungkan rasa penat duniawi. mengadukan segala resah gundahku. mencairkan beban berat pundakku. menggerus rasa ego hatiku. memadamkan api amarah di dadaku. menghilangkan rasa benci bathinku. agar lapang hati ini ketika sajadah terlipat.

Aku bersujud, memangil namamu dalam dhikir yang panjang. dalam setiap helaan napasku. dalam setiap denyut nadiku. dalam setiap aliran darahku. dalam setiap langkahku. dalam setiap pikirku. agar mudahlah semua urusan yang kusanding.

Aku bersujud lagi, berdoa lagi. semoga kan kutemui Ramadhan di tahun depan.

( Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H )



by : Kenuzi

Demi Cinta

Beberapa hari ini, hati bagai teriris menapaki kembali perjalanan cinta yang penuh liku dan bercabang. Letih rasa hati mencoba merilis ulang, penggalan-pengalan kisah di masa lalu. Setiap potongan kisah yang disusun, malah membuat dada serasa sesak. Tak tersangkakan, ternyata banyak tabir yang terbuka justru ketika semua menjadi sangat terlambat. Andai waktu bisa di ulang kembali. Pasti rasa akan kutata lebih sederhana. Namun tidak menyisakan luka, tidak menderitakan, tidak pula melarakan.

 Maafkan aku cinta, telah kusia-siakan kau…

Tuesday, July 14, 2015

Mengenangmu

 
 
Mengenangmu, menyakitkanku.
dulu berwujud indah,
tapi jarak, ruang dan waktu telah merampas,
rajutan janji terkoyak bersama mimpi yang usai.
 
Ku hanya sekedar mengenangmu,
di separuh perjalanan,
kita pernah menjadikan hujan berpelangi,
lalu malam melukis nama kita di langit yang hitam
 
Hanya sejenak, sebelum selamanya,
aku mengenangmu dalam penantian tak bertepi,
di sela rindu yang hadir, kuharap terselip namamu,
agar dapat ku kenang kau dengan senyum, walau hati perih.
 
Dan saat kenangan terulang,
kita telah melangkah di jalan yang berbeda,
kasih kita sangat rapuh terasa,
aku hanya bisa memandangmu, tanpa sanggup berharap lagi.
 
sebegitu takutkah kita melalui rintangan cinta,
lalu menyerah pada kenyataan “cinta tak selamanya memiliki”

Monday, June 15, 2015

Hujan dan Penyesalan



Ketika gerimis hadir,


Adalah nyanyian rindu sang kekasih. Rintiknya lukiskan pelangi hati. Memberi warna pada sambutan cinta terbalas. Hari-hari tak lagi sekedar hitam dan putih.

Gerimis berganti hujan,

Tetesnya suburkan bunga setaman. Dalam kecupan, helai-helai mahkota luruh dalam pelukan. Tinggal kelopak penyangga penyesalan.

Badai datang menghujam,


Gemuruh lunturkan harapan tergenggam. Cinta tak lagi mulus tak lagi tulus. Ketika nafsu berselimut rayu. Tinggal tangisan tersisa di sudut kamar.

(…cintailah cinta dengan bijak, karena cinta tak pernah menyakiti…)

Tuesday, January 13, 2015

I.COM ( Bukan Sekedar Komunitas )

Membuka catatan kenangan masa lalu sewaktu masih duduk di bangku SMK Jakarta, cerita tentang sebuah persahabatan. Persahabatan yg sering menyuguhkan beberapa cobaan, persahabatan yg tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi. Tak banyak kenangan yang masih tersisa dalam ingatan, kenangan yg teringat dalam ingatan adalah momentum kebersamaan yang terjalin indah di masa-masa sekolah. Maka terbentuklah sebuah kelompok yang diberi nama I.COM, sebuah Organisasi kerohanian sekaligus kelompok remaja pencari identitas diri.

Namanya juga sebuah komunitas, baik kecil maupun besar pasti akan mempunyai cerita. Bisa sedih, bisa bahagia, bisa bermuatan persahabatan sejati, bisa juga menimbulkan benih cinta, atau bisa berakhir begitu saja. I.COM pun tak lepas dari nuansa suka dan duka, harmonisasi antara tawa dan air mata, telah menjadikan komunitas ini menjadi kian dewasa dimasanya. Tiada hari tanpa saling sapa, saling lempar senyum, sampai saling lempar kertas bekaspun pernah terjadi. Nuansanya lebih pada rasa bahagia dan membahagiakan.

Tak terasa 3 tahun telah berlalu , satu persatu teman hilang ditelan waktu dan segudang aktifitas baru.
Ya waktu tak selamanya berpihak pada kebersamaan , ada saat dimana mereka lebih menyibukan diri dengan teman barunya , ada saatnya juga dimana rasa cinta ikut bicara . dalam kadar tertentu tentu saja menjadi bumbu penyedap yang menggairahkan . Tapi pada saat terhipnotis kata " love is blind" maka arti persahabatan menjadi nomor dua di bawah sang cinta .

Hampir saja persahabatan ini hancur karena wanita . andai saja betul ada rasa yang tersembunyi diantara anggota , sebenarnya sah sah saja. Tapi sampai tulisan ini dibuat, hanya beberapa anggota yang menyatakan diri terkena panah asmara ataupun melepaskan panah asmara pada wanita yang sama . Ya cinta segitiga telah melanda diantara anggota . haha.. atau cinta segi empat atau segilima . Entahlah bibir bisa bicara lain untuk menutupi rasa, tapi hati tak mungkin bisa berdusta.

Cinta itu membuat rasa gamang dan bercabang, antara nilai nilai persahabatan dibandingkan dengan rasa cinta yang diberi judul "atas nama masa depan". sebuah pilihan yang tidak mengenakkan, karena vonis harus jatuh pada satu bagian. PERSAHABATAN atau CINTA ?

Tapi alhamdulillah persahabatan rupanya menang untuk sesaat , komunitas ini pun masih terjaga hingga kini walau fitnah wanita telah melanda, bahkan ukhuwah kami pun semakin erat . Terima kasih sahabat, karenamu lah aku mengerti arti kedewasaan . Tatkala ku hampir jatuh , kau paut aku dengan mutiara katamu, tatkala ku hampir terlena, kau kejutkanku dari mimpi yang panjang .


"semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang bisa mendapatkannya"

                                                       :: Nikmat yang paling
                                                     berharga sesudah nikmat
                                                      Iman dan Islam, adalah
                                                  memiliki sahabat yang soleh.
                                                                jika kamu
                                                   mendapati kewujudan kasih
                                                         sayang antara kamu
                                                           dengannya, maka
                                                               peganglah ia
                                                          bersungguh-sungguh ::

                                                     - Saidina Umar Al Khattab -