background

Tuesday, July 28, 2015

Kalah

Sedikit renungan, semoga bermanfaat :) bacanya pelan-pelan ya biar gak  keselek :p



Apakah daun yang gugur dari pohon merasa dikalahkan oleh angin?

Apakah orang yang bertahun-tahun mempersiapkan diri mendaki gunung tertinggi merasa terkalahkan saat mendapati puncak gunung itu ternyata diselimuti awan gelap?

Apakah seorang pemuda yang ditolak lamarannya akan mengatakan cinta itu tak ada?

Apakah musim kemarau harus mempertahankan kekuasaaannya agar tak digantikan oleh musim hujan?

Apakah rumput harus menolak dimakan oleh rusa yang kemudian menjadi mangsa singa?

Itulah siklus alam. Tidak ada kekalahan atau kemenangan.
Yang ada hanyalah PERGERAKAN.
Jangan putus asa saat masa sulit.
Jangan terlena di saat kemenangan.

[Paulo Coelho]

“Hari ini anda gagal, belum tentu besok akan gagal lagi, tiap buku memiliki halaman yang berbeda teman”


sumber : http://iphincow.com/2015/02/02/kalah/#more-1147

Monday, July 20, 2015

Dia Bukan Dia


wajahnya, cerminkan dia
senyumnya, semanis dia
gayanya, seperti dia
matanya, sebening mata dia

tapi,
 
ketika dia menyapa, mengucap salam
duh, suaranya tak seperti dia
ketika dia menyebut sebaris nama
duh, namanya bukan nama dia

yakinku, kini

Dia Bukan Dia
(pupus sudah harapan)

Thursday, July 16, 2015

Sujudku


Aku bersujud, tak lepas kening dari sajadah. terbentang dari saat kelahiran sampai ke liang kuburan hamba. entah berapa banyak air mata yang mengalir membasuhnya, entah berapa banyak doa yang terucap di atasnya. entah berapa harap yang tercurah memohon pertemuan denganMU.

Aku bersujud, tuk melarungkan rasa penat duniawi. mengadukan segala resah gundahku. mencairkan beban berat pundakku. menggerus rasa ego hatiku. memadamkan api amarah di dadaku. menghilangkan rasa benci bathinku. agar lapang hati ini ketika sajadah terlipat.

Aku bersujud, memangil namamu dalam dhikir yang panjang. dalam setiap helaan napasku. dalam setiap denyut nadiku. dalam setiap aliran darahku. dalam setiap langkahku. dalam setiap pikirku. agar mudahlah semua urusan yang kusanding.

Aku bersujud lagi, berdoa lagi. semoga kan kutemui Ramadhan di tahun depan.

( Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H )



by : Kenuzi

Demi Cinta

Beberapa hari ini, hati bagai teriris menapaki kembali perjalanan cinta yang penuh liku dan bercabang. Letih rasa hati mencoba merilis ulang, penggalan-pengalan kisah di masa lalu. Setiap potongan kisah yang disusun, malah membuat dada serasa sesak. Tak tersangkakan, ternyata banyak tabir yang terbuka justru ketika semua menjadi sangat terlambat. Andai waktu bisa di ulang kembali. Pasti rasa akan kutata lebih sederhana. Namun tidak menyisakan luka, tidak menderitakan, tidak pula melarakan.

 Maafkan aku cinta, telah kusia-siakan kau…

Tuesday, July 14, 2015

Mengenangmu

 
 
Mengenangmu, menyakitkanku.
dulu berwujud indah,
tapi jarak, ruang dan waktu telah merampas,
rajutan janji terkoyak bersama mimpi yang usai.
 
Ku hanya sekedar mengenangmu,
di separuh perjalanan,
kita pernah menjadikan hujan berpelangi,
lalu malam melukis nama kita di langit yang hitam
 
Hanya sejenak, sebelum selamanya,
aku mengenangmu dalam penantian tak bertepi,
di sela rindu yang hadir, kuharap terselip namamu,
agar dapat ku kenang kau dengan senyum, walau hati perih.
 
Dan saat kenangan terulang,
kita telah melangkah di jalan yang berbeda,
kasih kita sangat rapuh terasa,
aku hanya bisa memandangmu, tanpa sanggup berharap lagi.
 
sebegitu takutkah kita melalui rintangan cinta,
lalu menyerah pada kenyataan “cinta tak selamanya memiliki”

Monday, June 15, 2015

Hujan dan Penyesalan



Ketika gerimis hadir,


Adalah nyanyian rindu sang kekasih. Rintiknya lukiskan pelangi hati. Memberi warna pada sambutan cinta terbalas. Hari-hari tak lagi sekedar hitam dan putih.

Gerimis berganti hujan,

Tetesnya suburkan bunga setaman. Dalam kecupan, helai-helai mahkota luruh dalam pelukan. Tinggal kelopak penyangga penyesalan.

Badai datang menghujam,


Gemuruh lunturkan harapan tergenggam. Cinta tak lagi mulus tak lagi tulus. Ketika nafsu berselimut rayu. Tinggal tangisan tersisa di sudut kamar.

(…cintailah cinta dengan bijak, karena cinta tak pernah menyakiti…)

Tuesday, January 13, 2015

I.COM ( Bukan Sekedar Komunitas )

Membuka catatan kenangan masa lalu sewaktu masih duduk di bangku SMK Jakarta, cerita tentang sebuah persahabatan. Persahabatan yg sering menyuguhkan beberapa cobaan, persahabatan yg tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi. Tak banyak kenangan yang masih tersisa dalam ingatan, kenangan yg teringat dalam ingatan adalah momentum kebersamaan yang terjalin indah di masa-masa sekolah. Maka terbentuklah sebuah kelompok yang diberi nama I.COM, sebuah Organisasi kerohanian sekaligus kelompok remaja pencari identitas diri.

Namanya juga sebuah komunitas, baik kecil maupun besar pasti akan mempunyai cerita. Bisa sedih, bisa bahagia, bisa bermuatan persahabatan sejati, bisa juga menimbulkan benih cinta, atau bisa berakhir begitu saja. I.COM pun tak lepas dari nuansa suka dan duka, harmonisasi antara tawa dan air mata, telah menjadikan komunitas ini menjadi kian dewasa dimasanya. Tiada hari tanpa saling sapa, saling lempar senyum, sampai saling lempar kertas bekaspun pernah terjadi. Nuansanya lebih pada rasa bahagia dan membahagiakan.

Tak terasa 3 tahun telah berlalu , satu persatu teman hilang ditelan waktu dan segudang aktifitas baru.
Ya waktu tak selamanya berpihak pada kebersamaan , ada saat dimana mereka lebih menyibukan diri dengan teman barunya , ada saatnya juga dimana rasa cinta ikut bicara . dalam kadar tertentu tentu saja menjadi bumbu penyedap yang menggairahkan . Tapi pada saat terhipnotis kata " love is blind" maka arti persahabatan menjadi nomor dua di bawah sang cinta .

Hampir saja persahabatan ini hancur karena wanita . andai saja betul ada rasa yang tersembunyi diantara anggota , sebenarnya sah sah saja. Tapi sampai tulisan ini dibuat, hanya beberapa anggota yang menyatakan diri terkena panah asmara ataupun melepaskan panah asmara pada wanita yang sama . Ya cinta segitiga telah melanda diantara anggota . haha.. atau cinta segi empat atau segilima . Entahlah bibir bisa bicara lain untuk menutupi rasa, tapi hati tak mungkin bisa berdusta.

Cinta itu membuat rasa gamang dan bercabang, antara nilai nilai persahabatan dibandingkan dengan rasa cinta yang diberi judul "atas nama masa depan". sebuah pilihan yang tidak mengenakkan, karena vonis harus jatuh pada satu bagian. PERSAHABATAN atau CINTA ?

Tapi alhamdulillah persahabatan rupanya menang untuk sesaat , komunitas ini pun masih terjaga hingga kini walau fitnah wanita telah melanda, bahkan ukhuwah kami pun semakin erat . Terima kasih sahabat, karenamu lah aku mengerti arti kedewasaan . Tatkala ku hampir jatuh , kau paut aku dengan mutiara katamu, tatkala ku hampir terlena, kau kejutkanku dari mimpi yang panjang .


"semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang bisa mendapatkannya"

                                                       :: Nikmat yang paling
                                                     berharga sesudah nikmat
                                                      Iman dan Islam, adalah
                                                  memiliki sahabat yang soleh.
                                                                jika kamu
                                                   mendapati kewujudan kasih
                                                         sayang antara kamu
                                                           dengannya, maka
                                                               peganglah ia
                                                          bersungguh-sungguh ::

                                                     - Saidina Umar Al Khattab -